Bumi Siliwangi, 21 Januari 2012
Selamat menempuh hidup baru. (Postingan yang telatnya kebangetan)
Capture!

Foto ini saya ambil disuatu siang, pada tanggal 30 Desember 2009 di Jalan Banceuy kota Bandung. Hari itu hujan, dan saya mengambil kamera Samsung GX10 yang saya pinjam untuk berlatih memotret. Namun seorang lelaki paruh baya tak lama kemudian melintas di depan muka saya dengan minuman dalam kemasan plastik. Ia lalu membuang begitu saja sampah plastik itu, tanpa sengaja dari view finder kamera, saya menangkap sosok pemulung yang sedang berjalan berlawanan dengan pembuang sampah tadi.
Macam-macam usaha manusia mencari penghidupan, mungkin sederhana, hanya untuk sesuap nasi, atau bahkan untuk sebuah mobil jenis royale. Namun ketika itu, saya menemukan pemandangan ini, tak lebih dari 100 meter dimana Masjid Agung Bandung berada.
Jembatan Pasupati adalah sebuah jembatan yang menghubungkan bagian utara dan timur Bandung melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Pembangunan jembatan ini ternyata dibiayai melalu hibah dana dari pemerintah Kuwait. Pasupati ini merupakan tipe jembatan Cable-Stayed Bridge, yaitu jembatan yang ditopang dengan satu atau lebih tiang utama, dan kabel-kabel besar yang menahan badan jembatan.Setelah sempat beberapa tahun tidak terlaksana, akhirnya, pada 26 Juni 2005, uji coba pertama sudah dilakukan. Jembatan ini akan menjadi salah satu markah tanah (fitur geografis yang digunakan oleh pendatang dan lainnya untuk menemukan jalan mereka kembali) di kota Bandung.Jembatan ini menghubungkan Jalan Terusan Pasteur (Dr. Junjunan) dan Jalan Surapati. Adanya jembatan ini diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan di Bandung Utara.
Nah, mungkin itu sekilas mengenai pasupati, saya sendiri selalu menggunakan patokan jalan ini ketika belum lama tinggal di Bandung.
Mengenai teknis pengambilan gambar,gambar diambil dengan shutter speed hingga 30 detik, ISO 100/200, dan Aperture 29. Waah... saya sendiri baru kali ini memotret city light. Jadi mungkin masih banyak sekali kekurangannya.
Seperti yang banyak dikatakan orang, manusia hanya bisa berusaha, mengenai hasil yang maha penguasalah yang menentukan. Semangat dari usaha itulah yang kemudian membuat saya selalu teringat untuk bangkit lagi, ketika saya mengalami kegagalan.
Karena belajar yang saya percaya bukanlah mengenai hasil melainkan proses untuk mencapainya.
Barter atau jual beli mungkin merupakan usaha paling lama dari manusia untuk bertahan hidup. Kegiatan yang tidak pernah lepas dikehidupan keseharian kita, dan menjadi roda penggerak perekonomian terbesar dari suatu negara.